Tes Bakat

Apakah anda sudah mengetahui bakat anda? Jika belum, maka sangat penting bagi anda untuk melakukan tes bakat. Karena dengan mengetahui bakat anda, maka anda bisa lebih fokus dalam membuat life mapping (perencanaan hidup) untuk meraih impian/cita-cita anda. Jika anda tidak mengetahui bakat anda, seringkali melakukan trial and error dalam menjalani kehidupan, sehingga kurang efektif dan efisien.

Tes Bakat mucul dikarenakan adanya ketidakpuasaan pada tes intelegensi yang hanya memunculkan skor tunggal yang disebut IQ, karena hasil IQ belum dapat memberikan gambaran kemampuan individu di masa mendatang.

Pada masa sebelum perang dunia 1, para psikolog telah mengakui perlunya tes bakat untuk melengkapi tes-tes intelegensi global. Tes bakat ini dikembangkan secara khusus dalam konsultasi pekerjaan, seleksi dan klasifikasi personil industri ataupun militer. Tes-tes yang digunakan secara meluas antara lain tes bakat mekanikal, musikal, klerikal dan aristik (Anastasi, 1997).

Pertama kali yang melakukan penyelidikan tes bakat adalah Charles Spearman (1904-1927) seorang psikolog dari Inggris. Perkembangan metodologis selanjutnya, dilakukan psikolog dari Amerika seperti T.L. Kelley (1928) dan L.L Thurstone (1938-1974) dan terus dikembangkan oleh penelti selanjutnya yang di kenal sebagai analisis faktor.

Hasil praktis analisis faktor tersebut adalah perkembangan tes bakat berupa baterai multibakat (multiple aptitude batteries). Semua baterai ini dirancang untuk memberikan ukuran dari sikap seseorang sehingga dengan baterai ini dapat diperoleh sifat atau gambaran seseorang yang bersifat khusus, seperti pemahaman verbal, bakat numerikal, visualisasi spasial, penalaran aritmetik dan percepatan perseptual.

Perkembangan tes bakat lebih mutakhir muncul pada akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an menyediakan integrasi mendasar dari dua pendekatan yang sebelumnya bertentangan bagi pengukuran mental, yang diwakili oleh tes intelegensi tradisonal dan oleh battery multi bakat (Anatasi, 1994).

Tes bakat memiliki beberapa definisi yang pada intinya merupakan suatu kemampuan khusus dari individu dan merupakan hasil interaksi antara hereditas dan pendidikan.

Adapun tujuan test bakat adalah:

Tujuan diagnosis, untuk mengetahui bakat yang dimiliki seseorang dalam rangka pengalihan potensinya.

Tujuan prediksi, untuk mempredeksi kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam bidang tertentu di masa yang akan datang.

Tes bakat mempunyai beberapa macam dalam rangka pengungkapan berbagai potensi dalam diri manusia, antara lain:

Differential Aptitude Test (DAT)

General Aptitude Test Battery (GATB)

Flanagan Aptitude Classification Test (FACT)

Penyajian tes bakat ini dapat dilakukan secara individual maupun classical. Selain itu penggunaan tes bakat tidak harus secara keseluruhan tetapi bisa parsial sesuai dengan kebutuhan.

 

Untuk konsultasi Training Motivasi Di Malang, Outbound di Malang,Wisata Malang, Travel di Malang danHotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut.