Guru yang Tidak Berguna

Provider Outbound Malang: Perkembangan berbagai penemuan, ketrampilan dan pengetahuan saat ini tidak mungkin berjalan dengan sendirinya. Selalu ada jasa seseorang yang disebut ‘guru’ baik secara informal ataupun formal yang mempercepat terjadinya proses pembelajaran, proses transfer pengetahuan dan ketrampilan sehingga bisa menghasilkan lebih banyak penemuan baru.

Guru formal seringkali kita dapatkan di lembaga pendidikan formal mulai PG, TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Sedangkan guru informal bisa kita dapatkan di mana saja, misalnya di kampung ada pak tani yang bisa mengajari kita cara bersabar dalam menunggu panen padi, di pasar kita bisa belajar pada penjual sayur tentang kesabaran mencari uang receh walau harus dengan berangkat tengah malam, di terminal kita bisa belajar pada pak sopir tentang budaya ngantri, di lapangan bola kita bisa belajar pada pemain bola tentang sportivitas, dsb.

Namun setelah menjadi murid kita diharapkan bisa menjadi guru berikutnya, untuk siapapun, kapanpun dan di manapun, supaya pencerahan terjadi pada lapisan masyarakat berikutnya Jadi apapun profesi dan posisi yang kita ambil, kita harusnya bisa menjadi murid terbaik dan harus siap-siap untuk menjadi guru yang terbaik.

Jadi kalau kita sudah banyak belajar tapi tidak ada atau masih sedikit murid yang kita ajari, itu pertanda kita adalah GURU YANG TAK BERGUNA.

Mari kita percaya diri untuk mengajarkan apapun nilai positif yang kita punya, walau cuma sedikit, Insya Allah itu cukup untuk semakin menerangi kehidupan. Agar kelak ketika kita wafat, kita bisa tersenyum di dalam kubur karena melihat anak cucu kita hidup di lingkungan kehidupan yang semakin positif.

Kalau kita saling individualis, hanya puas dengan menjadi diri kita sendiri, yang bermanfaat hanya untuk kita dan keluarga, maka kita belum menjadi guru yang berguna, karena Tuhan menciptakan kita di dunia ini adalah untuk menjadi khalifah (guru) bagi dunia, bukan hanya menjadi guru untuk kita dan keluarga.

Selamat menjadi GURU YANG BERGUNA